Entry: Karakteristik Permasalahan Wednesday, January 11, 2006



Yusuf Mansur

SELAMA ini, yang disebut masalah bagi sebagian manusia adalah kondisi-kondisi yang tidak mengenakkan saja. Misalnya punya piutang tak tertagih, punya utang tak terbayar, punya penyakit tak tersembuhkan, punya rumah kecil nan pengap, punya istri tak punya anak, punya suami tapi tak bahagia, dan seterusnya. Tapi, untuk keadaan sebaliknya, tak pernah dianggap oleh manusia sebagai sebuah masalah. Padahal, subhaanallaah, yang disebut masalah dalam kacamata tauhid ternyata bukan itu.…

* Punya piutang tak tertagih, tapi kemudian menyadari bahwa hakikat rezeki adalah kepunyaan Allah, sedangkan kita hanya dititipi. Kemudian bisa mengikhlaskan diri, sabar dalam menerima, dan berkenan mengoreksi kehidupan, maka inilah anugerah. Bukan masalah. Justru yang menjadi masalah, kalau semuanya lancar-lancar saja, lalu kita lupa diri karenanya. Sombong. Tak lagi ingat pada Allah.

* Punya utang tak terbayar. Ini pun anugerah, bila kondisi ini menambah kedekatan kita pada Allah. Dulu, pas banyak uang, tidak ingat Allah, tidak punya kesempatan ngumpul dengan keluarga. Tapi, begitu punya utang, malah mampu menangis di hadapan Allah. Begitu ketakutannya lantaran ditagih, zikir malah mengembang di hati dan di lisan. Ini anugerah, bukan masalah. Justru yang jadi masalah adalah kalau tidak punya utang, tapi tidak punya iman. Utang mah insya Allah mudah, jika Allah sudah berkenan.

* Punya penyakit. Ini juga anugerah. Pernah suatu ketika ada seorang wanita yang minta didoakan oleh Nabi. Tapi, kata Nabi, penyakit itu akan menghapus dosa, dan meningkatkan derajat keimanan dan kehidupan. Lalu si wanita ini tidak jadi minta didoakan. Beberapa waktu kemudian, Nabi bertemu dia dalam keadaan sehat. Menurut sebagian riwayat, kesabaran dan keikhlasan si wanita itu yang membuat penyakit tersebut segera berlalu. Jadi, penyakit bukan masalah, selama bersanding dengan penyakit itu tidak hilang semangat, dan malah bertambah iman. Justru andai sehat lalu tidak ingat pada Allah, ini yang jadi masalah.

* Punya rumah kecil nan pengap. Ini pun kerap dianggap masalah. Padahal, yang bermasalah itu adalah rumah besar yang dihuni oleh penghuni yang sakit hatinya. Rumah kecil, asal penghuninya berhati lapang, dan bertakwa kepada Allah, maka ketenangan akan ''memperbesar'' rumah itu dengan sendirinya. Justru kalau rumah besar, tapi dihuni oleh orang yang beriman tipis, ini yang jadi masalah.

Punya keluhan hidup yang lain, entah itu yang berkaitan dengan rumah tangga, pekerjaan, karier dan usaha, atau apa saja, selama mengantarkan kita kepada kedekatan dengan Allah, Rabbul Izzati, maka sesungguhnya itu semua adalah karunia-Nya. Allah ingin dekat dengan kita. Allah tidak mau kehilangan kita, Allah tidak mau kita kehilangan kendali, dan Allah tidak mau kita susah di alam kubur sana, lantaran sudah menjadi orang yang lupa diri.

Makanya, kadang Allah mengingatkan mereka yang dalam kesenangan dengan memberikan kesusahan. Allah mengingatkan mereka yang jaya dengan menghadirkan keterpurukan. Allah mengingatkan mereka yang berharta dengan kebangkrutan. Allah mengingatkan mereka yang sehat dengan memberikan penyakit, dan Allah mengingatkan mereka dengan kejadian-kejadian di kehidupan kita, agar mau mengingat Dia, Yang Memberikan Kehidupan.

Jadi, sekali lagi, yang disebut masalah itu tidak selalu yang bersifat kesusahan dan kesulitan manusia. Tidak selalu. Kita sudah belajar kearifan sedikit bahwa ternyata kesenangan pun justru bisa menjadi bumerang bagi kita, kalau ia malah mengundang murkanya Allah.

Maka, di akhir tulisan singkat ini, saya mau berpesan kepada diri ini:
Masalah yang membawa seseorang kembali kepada Allah, dan menambah kedekatan dengan-Nya, adalah sesuatu yang seharusnya disyukuri.

Saudaraku, semoga kita semua memiliki hati yang bersyukur, hati yang lapang, dan hati yang ridha dengan segala apa yang Allah telah putuskan untuk kehidupan kita.

Sampai ketemu di pembahasan berikutnya. Insya Allah kita akan membahas "apakah permasalahan yang sedang kita hadapi, ujian atau azab".

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments